PGRI Jatilawang Lestarikan Tembang Macapat, Guru Unjuk Seni Sambut HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026 - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Selasa, 06 Oktober 2026

PGRI Jatilawang Lestarikan Tembang Macapat, Guru Unjuk Seni Sambut HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026



JATILAWANG - Semangat melestarikan budaya Jawa berpadu dengan penguatan kebersamaan guru dalam Lomba Nembang Macapat yang digelar PGRI Cabang Jatilawang, Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan untuk memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 itu diikuti perwakilan guru dari ranting-ranting PGRI se-Cabang Jatilawang.


Lomba dilaksanakan di dua lokasi, yakni Aula Korwilcam Dindik Jatilawang untuk peserta putri dan SD Negeri 1 Jatilawang bagi peserta putra. Para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh antusias dalam suasana meriah, khidmat, dan kekeluargaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang perjumpaan antaranggota PGRI dari berbagai ranting.


Ketua PGRI Cabang Jatilawang, Sugeng Eko Sartono, S.Pd.SD., menjelaskan bahwa lomba nembang macapat tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus momentum untuk menjaga keberadaan salah satu warisan budaya Jawa.


“Kegiatan lomba ini selain ajang silaturahmi, merupakan momentum penting dalam rangka melestarikan warisan budaya adiluhung, khususnya tembang macapat. Saya berharap seluruh peserta lomba harus semangat berlomba dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Sugeng Eko Sartono.


Pemilihan tembang macapat sebagai bagian dari peringatan HUT PGRI dan HGN juga memberikan pesan bahwa guru memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya. Melalui keterlibatan langsung para pendidik, kesenian tradisional tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.


Sementara itu, Koordinator Korwilcam Dindik Jatilawang, Nur Salam, S.Pd.SD., yang secara resmi membuka kegiatan, memberikan apresiasi terhadap inisiatif PGRI Cabang Jatilawang. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat ganda, yakni memperkuat persatuan anggota organisasi sekaligus membuka ruang bagi pengembangan potensi dan talenta seni di kalangan guru.


“Guru merupakan profesi yang luar biasa, selain mengajar, mendidik, dan membimbing, juga harus bisa memberi teladan kepada murid. Adanya kegiatan lomba nembang macapat ini bisa meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antaranggota PGRI, meningkatkan kompetensi guru, serta mendapatkan talenta-talenta seni khususnya di bidang seni macapat,” jelas Nur Salam.


Pesan tersebut memperkuat posisi guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan bagi peserta didik. Keterlibatan guru dalam kegiatan seni dan budaya dapat menjadi pengalaman nyata yang nantinya dapat ditularkan kepada siswa melalui pembelajaran maupun kegiatan pengembangan karakter di sekolah.


Dalam perlombaan kategori putra, Ranting Pekuncen berhasil meraih Juara 1. Juara 2 diraih Ranting Tunjung, sedangkan Ranting Tinggarjaya menempati Juara 3. Persaingan antarpeserta berlangsung dengan semangat kebersamaan dan tetap menjunjung sportivitas.


Sementara untuk kategori putri, Ranting Tunjung berhasil menjadi Juara 1, disusul Ranting Pekuncen sebagai Juara 2 dan Ranting Tinggarjaya sebagai Juara 3. Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan peserta sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi seni di lingkungan organisasi PGRI.


Lebih jauh, kegiatan nembang macapat memiliki nilai edukatif karena kesenian tradisional Jawa tidak hanya berkaitan dengan seni suara, tetapi juga mengandung pesan dan nilai kehidupan. Karena itu, pelestarian macapat di lingkungan guru dapat menjadi salah satu cara memperkuat pendidikan karakter dan budi pekerti melalui pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.


Bagi organisasi profesi guru, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan di luar aktivitas kedinasan. Guru dari berbagai ranting dapat bertemu, berinteraksi, menunjukkan kemampuan, serta saling memberikan apresiasi. Semangat tersebut menjadi bagian dari penguatan solidaritas PGRI sekaligus memperkaya aktivitas organisasi.


Melalui Lomba Nembang Macapat dalam rangka HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026, PGRI Cabang Jatilawang menunjukkan bahwa peringatan hari besar organisasi dapat dikemas melalui kegiatan yang memiliki nilai sosial dan budaya. Tidak berhenti pada kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga agar nilai-nilai karakter dan budi pekerti luhur dalam tembang macapat tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda.


Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan meninggalkan pesan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menjaga budaya sekaligus membentuk karakter generasi penerus. Semangat melestarikan budaya Jawa pun diharapkan terus tumbuh melalui lingkungan sekolah dan masyarakat.


Selamat kepada para juara. PGRI Cabang Jatilawang Jaya! Guru Bermartabat, Indonesia Kuat!


Kontributor: Umtikhah Nurul Hijriyah, S.Pd.,M.Pd. - PGRI Cabang Jatilawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan