PURWOJATI - Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ranting Pendidik Agama Islam (PPAI) Purwojati menggelar Rapat Kerja (Raker) di Gedung MWC NU Purwojati pada Kamis (10/9/2026). Forum yang diikuti oleh 62 anggota ini berfokus pada pembahasan evaluasi kinerja, arah kebijakan organisasi, serta pengawalan aspirasi kesejahteraan guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Rangkaian acara yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Nurkholifah, S.Pd. selaku pembawa acara dengan pembacaan basmalah. Usai pembukaan, seluruh peserta memanjatkan doa dan menyuarakan komitmen organisasi lewat pembacaan Ikrar Guru yang dipimpin oleh Akhbib, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua II PGRI Cabang Purwojati, Galih Latiano, S.Pd.I., menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi dari para pendidik PAI. Ia menekankan pentingnya kepastian status kerja bagi para guru honorer dan swasta di lingkungan Kemenag agar mendapatkan hak yang setara.
"Kami akan membawa usulan dari guru PAI yang berada di bawah Kementerian Agama demi kesejahteraan dan jenjang karir yang lebih jelas, seperti kepastian formasi PPPK, PNS, dan jalur karir lainnya," tegas Galih Latiano.
Ketua PGRI Ranting PPAI, Muhemin, M.Pd., menyampaikan harapan besar agar induk organisasi PGRI dapat memperjuangkan kesetaraan nasib guru madrasah. Selain itu, ia mengimbau para anggota yang belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk segera mendaftarkan diri secara resmi demi memperkuat barisan pergerakan.
"Kami meminta bantuan PGRI untuk terus mewakili suara guru demi kejelasan jenjang karir. Mohon sinergitas ini terus dijaga agar berjalan beriringan, jangan sampai guru madrasah ketriwal (tertinggal), dan minta dikawal terus aspirasinya," ujar Muhemin.
Sejak mengawali kiprahnya pada 30 Oktober 2025, PGRI Ranting PPAI mencatatkan pergerakan organisasi yang terstruktur. Perjalanan diawali dari rapat pengurus, doa bersama untuk keadilan guru Kemenag, partisipasi dalam HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025, hingga keikutsertaan aktif dalam Seminar Internasional AI, program Ngaji Bareng PGRI Cabang Purwojati, serta halalbihalal keluarga besar. Tak hanya aktif secara organisatoris, Ranting PPAI juga menorehkan prestasi olahraga dengan menyabet juara satu cabang bola voli antarinstansi serta rutin menjuarai berbagai perlombaan daerah.
Pada sesi pemaparan program, Sekretaris PGRI Ranting PPAI, Akhmad Fauzi, M.Pd., menjabarkan rencana strategis organisasi untuk tahun mendatang. Langkah baru yang digagas meliputi pembentukan Satgas Infokom untuk optimalisasi publikasi berita, konten reels, dan dokumentasi kegiatan, serta pembentukan Satgas Keamanan yang beranggotakan tiga orang untuk menjaga ketertiban organisasi.
"Rencana program kerja tahun kedua merupakan kelanjutan dari program tahun pertama. Pada bidang keuangan, iuran anggota disepakati tetap ditarik untuk kas ranting. Ke depannya, PGRI Cabang Purwojati juga memberikan akses serta kesempatan luas untuk kaderisasi sekaligus pembuatan KTA baru," jelas Akhmad Fauzi.
Aspek akuntabilitas keuangan organisasi dipaparkan langsung oleh Bendahara PGRI Ranting PPAI, Ani Muamalah, S.Pd.I. Ia menguraikan posisi kas organisasi yang dikelola secara transparan untuk menunjang operational ranting serta pemenuhan kewajiban ke tingkat cabang.
"Saldo awal kas tercatat sebesar Rp712.000, dengan total pemasukan dari kas mencapai Rp9.076.000. Setelah dikurangi pengeluaran iuran ke tingkat cabang sebesar Rp3.562.250, saldo akhir yang tersisa per Agustus 2026 adalah Rp5.504.750 sebelum digunakan untuk pelaksanaan rapat kerja hari ini," papar Ani Muamalah.
Laporan ketercapaian program kerja tahun pertama menunjukkan persentase yang memuaskan di berbagai bidang. Pengadministrasian organisasi, uraian tugas, tata kerja, dan pembenahan aset PGRI berhasil diselesaikan penuh dengan tingkat ketercapaian 100%.
Adapun untuk bidang lainnya, program kaderisasi mencatatkan ketercapaian 89%, keagamaan dan budaya 89%, serta bidang keuangan mencapai 89%. Sementara itu, bidang pengembangan profesi guru terealisasi 75%, pengembangan usaha 71%, penelitian dan pengabdian masyarakat 71%, serta bidang digitalisasi dan infokom menyentuh angka 70%.
Sebagai penutup, tata kelola keuangan ranting tidak hanya berfokus pada penyusunan anggaran belanja dan pembukuan rutin. Bidang ini turut mengelola iuran rutin, dana kesejahteraan (danset), dana sosial kematian, penilaian angka kredit (PAK) khusus SD, hingga pengalokasian dana perpisahan bagi anggota yang memasuki purna tugas.
Kontributor: Neysa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar