Dari Banyumas Menembus Nasional, “Pipo Robot Pintar” Antarkan Tuti Susanti Jadi Pemenang Konten Interaktif Kemendikdasmen - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Selasa, 01 September 2026

Dari Banyumas Menembus Nasional, “Pipo Robot Pintar” Antarkan Tuti Susanti Jadi Pemenang Konten Interaktif Kemendikdasmen

 


BANYUMAS – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi kembali mengharumkan nama Kabupaten Banyumas di tingkat nasional. Tuti Susanti, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri 2 Binangun di bawah naungan Korwilcam Dindik Banyumas, berhasil menjadi salah satu pemenang dalam program Partisipasi Semesta Pengembangan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen. Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah”, sebuah media pembelajaran interaktif yang menggabungkan teknologi digital dengan edukasi lingkungan hidup serta keterampilan praktis pengelolaan sampah. Pengumuman para pemenang dilakukan pada Kamis, 6 Agustus 2026 melalui situs resmi dan kanal media sosial Direktorat PNFI Kemendikdasmen.


Keberhasilan Tuti menjadi pemenang nasional tidak diraih melalui proses yang mudah. Karya yang diikutsertakan dalam program tersebut harus melewati persaingan ketat karena tercatat sebanyak 994 karya dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang tersebut. Dari jumlah itu, hanya 135 karya terbaik yang akhirnya dinyatakan lolos sebagai pemenang. Proses seleksi dilakukan secara bertahap dan terstruktur, mulai dari pendaftaran karya, kurasi, penilaian teknis, hingga pengumuman pemenang. Karya yang dinilai pun berasal dari tiga kategori media digital, yakni Gim Edukasi, Konten Interaktif, dan Laboratorium Maya (Lab Maya). Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas guru di daerah mampu bersaing dengan karya-karya inovatif dari berbagai penjuru Indonesia.


Di tengah kompetisi tersebut, Tuti menawarkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan penyampaian materi secara konvensional. “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” dikembangkan sebagai konten interaktif yang mengangkat persoalan lingkungan hidup, khususnya pemilahan dan pengolahan sampah. Materi pendidikan dikemas melalui media digital sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami. Konsep tersebut menjadikan isu sampah tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi diarahkan menjadi keterampilan yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran unsur teknologi juga membuka ruang pembelajaran yang lebih interaktif sehingga peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam memahami materi.


“Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” menjadi representasi bagaimana sebuah gagasan sederhana mengenai lingkungan dapat dikembangkan menjadi inovasi pembelajaran yang memiliki nilai edukatif sekaligus relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui konten tersebut, pembelajaran mengenai sampah diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah dengan benar. Inovasi itu juga memperlihatkan bahwa media pembelajaran digital tidak harus selalu menghadirkan materi yang kompleks, tetapi dapat berangkat dari persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan anak. Dengan pendekatan tersebut, teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual, menarik, dan bermakna.


Prestasi Tuti semakin bernilai karena karya yang dihasilkannya tidak berhenti setelah dinyatakan sebagai pemenang. Konten interaktif “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” telah dipublikasikan melalui platform Ruang Murid sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh pendidik maupun peserta didik di berbagai daerah di Indonesia. Publikasi tersebut memberikan kesempatan agar gagasan yang lahir dari seorang guru di Banyumas dapat menjangkau ruang pembelajaran yang lebih luas. Dengan demikian, penghargaan yang diraih tidak sekadar menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi pintu bagi pemanfaatan inovasi pembelajaran secara lebih luas dalam mendukung proses pendidikan.


Saat dikonfirmasi mengenai capaian yang diraihnya, Tuti Susanti mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapannya agar karya tersebut dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Baginya, penghargaan bukan menjadi titik akhir dari proses berkarya, melainkan dorongan untuk terus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran. 


“Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan serta mampu memantik semangat untuk terus berkarya,” tutur Tuti. 


Pernyataan tersebut menggambarkan semangat bahwa kreativitas seorang pendidik dapat terus dikembangkan ketika inovasi yang dibuat mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan.


Keberhasilan “Pipo Robot Pintar” menambah deretan bukti bahwa pendidik di Kabupaten Banyumas memiliki potensi besar dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Capaian Tuti Susanti sekaligus diharapkan menjadi pemantik bagi guru-guru lainnya untuk berani mengeksplorasi ide, memanfaatkan teknologi digital, dan mengubah persoalan di sekitar menjadi sumber belajar yang kreatif. Di tengah perkembangan pendidikan yang semakin menuntut kemampuan adaptasi terhadap teknologi, inovasi semacam ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari sebuah karya guru di SD Negeri 2 Binangun, “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” kini melangkah ke tingkat nasional, membawa pesan bahwa kreativitas dari daerah pun mampu bersinar dan memberi warna bagi wajah pendidikan Indonesia.


Kontributor: TAFT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan