KEMRANJEN, BANYUMAS – Semangat memperkuat persatuan dan memperkokoh perjuangan organisasi bergema dalam Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) PGRI Cabang Kemranjen Masa Bakti XXIII yang digelar Kamis (13/8/2026). Mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas Tingkatkan Kompetensi, Kemandirian dan Kesejahteraan Guru melalui Sinergi Organisasi”, forum tersebut menjadi momentum strategis bagi jajaran pengurus dan anggota untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat komunikasi antara cabang dan ranting, sekaligus merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kompetensi serta kesejahteraan guru. Kegiatan diikuti sekitar 65 peserta yang terdiri atas jajaran PGRI Cabang Kemranjen, pengawas dan pengelola TK/SD, serta perwakilan dari 10 ranting PGRI. Suasana konferensi berlangsung penuh kekeluargaan, antusiasme, dan semangat kebersamaan.
Ketua PGRI Cabang Kemranjen, Marlan, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan berharap Konkercab mampu menghasilkan keputusan yang memberikan dampak positif bagi keberlangsungan organisasi. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda administratif tahunan, tetapi juga kesempatan untuk kembali menyatukan persepsi dan mempererat hubungan antaranggota. Kebersamaan yang terbangun di tingkat cabang hingga ranting dinilai menjadi fondasi penting agar setiap program organisasi dapat dijalankan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi guru serta tenaga kependidikan di wilayah Kemranjen.
“Semoga acara ini berimbas baik dan menjadikan kita semakin kompak,” pesan Marlan dalam sambutannya. Pernyataan tersebut kemudian disambut antusias peserta yang bersama-sama menggemakan pekik PGRI. Suasana tersebut mencerminkan optimisme bahwa organisasi profesi guru harus terus dirawat melalui semangat persatuan, komunikasi yang terbuka, serta kesediaan seluruh anggota untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Camat Kemranjen, Ika Supriyatin, S.Si., M.Si., memberikan apresiasi terhadap peran PGRI Cabang Kemranjen yang selama ini telah membangun sinergi positif dengan pemerintah kecamatan. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, satuan pendidikan, dan masyarakat. Ia juga menyampaikan berbagai perkembangan positif di Kecamatan Kemranjen, termasuk keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, PGRI dinilai memiliki posisi strategis untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Soliditas dan solidaritas harus terus kita perkuat. Organisasi yang kuat bukan hanya karena memiliki struktur yang lengkap, tetapi juga karena anggotanya mampu berkomunikasi, saling peduli, dan bekerja sama. Pemerintah Kecamatan Kemranjen tentu berharap sinergi dengan PGRI terus berjalan sehingga kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia dapat kita wujudkan bersama,” ujar Ika Supriyatin. Suasana konferensi pun semakin cair ketika Camat Kemranjen mengajak peserta menyanyikan lagu “Pagiku Cerahku”, yang langsung disambut dengan penuh semangat.
Sekretaris PGRI Kabupaten Banyumas, Yusep Kurniawan, S.Pd., M.Pd., turut memberikan penguatan organisasi sekaligus menyampaikan salam dari Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, yang belum dapat hadir karena pada waktu bersamaan mengikuti kegiatan di PGRI Cabang Wangon. Yusep menilai Konkercab memiliki posisi penting dalam memastikan roda organisasi berjalan sesuai mekanisme. Menurutnya, terdapat tiga fungsi utama yang harus dikedepankan dalam forum tersebut, yakni melaporkan keberadaan dan perkembangan organisasi, menjadi jembatan komunikasi antara cabang dan ranting, serta menjadi sarana evaluasi dan refleksi terhadap program yang telah dilaksanakan.
“Konkercab ini penting untuk melihat keberadaan organisasi, menjadi jembatan antara cabang dengan ranting, sekaligus melakukan evaluasi dan refleksi terhadap apa yang sudah kita lakukan. Karena itu, hasil konferensi jangan berhenti sebagai keputusan di tingkat cabang, tetapi harus diteruskan ke ranting agar dapat diterjemahkan menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan anggota,” jelas Yusep Kurniawan. Ia juga mengawali sambutannya dengan pantun yang mencairkan suasana, “Esuk-esuk belah duren, Bu Camat Kemranjen memang keren,” yang disambut senyum dan tepuk tangan peserta.
Dalam forum tersebut, Yusep juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi akademik guru sebagai bagian dari penguatan profesionalisme pendidik. Ia menyampaikan bahwa semakin banyak guru di Kabupaten Banyumas yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister. PGRI Kabupaten Banyumas turut membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, antara lain Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), sebagai upaya memperluas kesempatan guru meningkatkan kualifikasi akademik. Langkah tersebut dinilai penting karena peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi pendidiknya.
“Kompetensi guru harus terus ditingkatkan. Kami di PGRI Kabupaten Banyumas berusaha membuka akses melalui kerja sama dengan perguruan tinggi sehingga semakin banyak guru yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Peningkatan kualifikasi ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi guru, tetapi juga menjadi investasi bagi peningkatan mutu pendidikan,” ungkap Yusep.
Selain berbicara mengenai kompetensi, PGRI Kabupaten Banyumas juga terus memberikan perhatian terhadap masa depan tenaga pendidik yang belum berstatus ASN. Menurut Yusep, perjuangan terhadap kesejahteraan dan pengembangan karier guru merupakan bagian penting dari keberadaan PGRI sebagai organisasi profesi. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas terus didorong agar berbagai persoalan yang dihadapi tenaga pendidik dapat memperoleh perhatian dan solusi yang lebih baik. Forum Konkercab menjadi salah satu ruang untuk menghimpun aspirasi dari tingkat ranting sehingga berbagai persoalan anggota dapat diteruskan dan diperjuangkan melalui mekanisme organisasi.
“PGRI akan terus memperjuangkan kepentingan tenaga pendidik, termasuk mereka yang belum berstatus ASN. Kita ingin agar perhatian terhadap masa depan, kesejahteraan, dan pengembangan karier mereka terus meningkat. Karena itu, komunikasi dari ranting sangat penting agar apa yang menjadi persoalan anggota dapat diketahui dan diperjuangkan bersama,” tegas Yusep.
Seluruh rangkaian Konkercab PGRI Cabang Kemranjen Masa Bakti XXIII berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Antusiasme peserta terlihat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyampaian laporan, evaluasi program, penyampaian gagasan, hingga pembahasan berbagai agenda organisasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara pengurus cabang dan ranting sekaligus memperkuat kesadaran bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada partisipasi seluruh anggota. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa sebagai ungkapan syukur dan harapan agar setiap keputusan yang dihasilkan mampu memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat.
“Mari kita jadikan hasil Konkercab ini sebagai pijakan untuk bekerja lebih baik. Apa yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama dengan penuh tanggung jawab. Solidaritas bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan, kepedulian, dan kolaborasi nyata. Dengan begitu, PGRI benar-benar dapat menjadi rumah bersama bagi guru untuk bertumbuh, meningkatkan kompetensi, memperjuangkan kesejahteraan, dan mengabdi bagi pendidikan,” pesan Marlan.
Konkercab PGRI Cabang Kemranjen Masa Bakti XXIII pada akhirnya bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi perjuangan PGRI di tingkat cabang. Semangat “Solidaritas Tanpa Batas” menjadi energi bersama untuk membangun organisasi yang semakin solid, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan anggota. Dengan sinergi antara PGRI, pemerintah kecamatan, satuan pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat, PGRI Cabang Kemranjen diharapkan mampu terus meningkatkan kompetensi guru, memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kecamatan Kemranjen.
Kontributor: Infokom Kemranjen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar