PGRI Cabang Banyumas Perkuat Solidaritas Guru melalui Sosialisasi Keanggotaan, Kode Etik, dan Perlindungan Profesi - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Rabu, 22 Juli 2026

PGRI Cabang Banyumas Perkuat Solidaritas Guru melalui Sosialisasi Keanggotaan, Kode Etik, dan Perlindungan Profesi

BANYUMAS – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Banyumas terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas organisasi sekaligus melindungi profesi guru melalui kegiatan Sosialisasi Bidang Keanggotaan PGRI, Penegakan Kode Etik dan Advokasi, serta Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi. Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Kerja PGRI Cabang Banyumas Tahun 2026 tersebut digelar di Aula SMAN 1 Banyumas, Rabu (22/7), dengan diikuti perwakilan pengurus PGRI ranting serta tamu undangan dari wilayah Korwilcam Banyumas.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman para pengurus mengenai pentingnya organisasi profesi, etika dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, hingga perlindungan hukum bagi guru. Melalui sosialisasi tersebut, PGRI ingin memastikan seluruh anggota memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari organisasi profesi.


Ketua PGRI Cabang Banyumas, Krisbijantoro, S.Pd.SD, dalam sambutannya menegaskan bahwa ketiga bidang yang disosialisasikan memiliki peran penting dalam menjaga kehormatan profesi guru sekaligus memperkuat eksistensi organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk semakin bangga menjadi bagian dari PGRI.


"Jika ketiga bidang ini kita pahami, terapkan dengan baik, dan laksanakan, maka organisasi dan anggotanya akan menjadi semakin kuat. Penting bagi kita semua untuk bangga dan aktif menjadi anggota organisasi PGRI," ujar Krisbijantoro.


Menurut Krisbijantoro, organisasi yang kuat hanya dapat terwujud apabila seluruh anggotanya memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan organisasi, kode etik profesi, serta mekanisme perlindungan yang telah disiapkan PGRI. Ia berharap para pengurus ranting mampu menjadi penggerak yang meneruskan pemahaman tersebut kepada seluruh anggota di wilayah masing-masing.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banyumas, Erlien Retnoviyanti, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada SMAN 1 Banyumas sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para pendidik untuk memperluas wawasan sekaligus mempererat jejaring antarguru.


"Pada kesempatan yang baik ini, kita mendapat banyak pencerahan dari para narasumber sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai wadah berkolaborasi. Pertemuan ini juga merupakan wujud nyata dari implementasi kompetensi sosial kita sebagai pendidik," tutur Erlien.


Dukungan terhadap penguatan organisasi guru juga disampaikan Korwilcam Banyumas, Mulyadi Surono, S.Pd. Ia mengimbau seluruh tenaga pendidik di wilayah Banyumas agar tidak ragu bergabung dan berperan aktif di dalam PGRI. Menurutnya, organisasi yang solid akan menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan kepentingan guru dan peningkatan mutu pendidikan.


"Mari kita semua bergabung bersama di organisasi ini. Saya harapkan seluruh tenaga pendidik di Korwilcam Banyumas dapat bersatu dan aktif dalam wadah PGRI," ajak Mulyadi.


Dalam sesi materi pertama, Drs. Tjahaja Tjunduk Karsadi, M.Pd. menjelaskan mengenai keanggotaan dan keorganisasian PGRI. Ia menerangkan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang kuat, solid, dan memiliki struktur yang jelas sehingga mampu berperan besar dalam pembangunan pendidikan nasional. Menurutnya, perjuangan PGRI berlandaskan tiga pilar utama, yakni mewujudkan guru yang sejahtera, profesional, dan terlindungi.


Materi berikutnya disampaikan Erin Tri Hartanto, SH, S.Pd., M.Pd. yang mengulas penegakan kode etik dan advokasi profesi. Ia menegaskan bahwa kode etik merupakan pedoman moral yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap guru. Dengan penegakan kode etik yang konsisten, marwah, kehormatan, dan kewibawaan profesi guru akan tetap terjaga di tengah dinamika perkembangan dunia pendidikan.


Pada sesi terakhir, Sutomo, S.Pd.SD memaparkan pentingnya perlindungan profesi guru melalui organisasi. Ia menjelaskan bahwa PGRI tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan, tetapi juga memberikan bantuan hukum, perlindungan profesi, memperjuangkan kesejahteraan guru, serta mendorong optimalisasi pengabdian kepada masyarakat.


Melalui sosialisasi tersebut, PGRI Cabang Banyumas berharap seluruh peserta dapat menjadi agen informasi di tingkat ranting dengan menyampaikan kembali materi yang diperoleh kepada seluruh anggota. Dengan semakin kuatnya pemahaman tentang keanggotaan, kode etik, advokasi, serta perlindungan profesi, diharapkan guru-guru di Banyumas semakin solid, terlindungi dalam menjalankan tugas, dan mampu bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan demi kemajuan generasi bangsa.

Kontributor: Tuti Susanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan