PGRI Banyumas Gelar Rakor Jurnal Paedagog, Targetkan Ekspansi ke Platform Digital - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Senin, 09 Februari 2026

PGRI Banyumas Gelar Rakor Jurnal Paedagog, Targetkan Ekspansi ke Platform Digital




PURWOKERTO - PGRI Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Koordinasi pengelola Jurnal Pendidikan Paedagog, Senin (9/2/2026), guna menyamakan persepsi dan strategi pengembangan jurnal sebagai wadah literasi guru. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengelola cabang dan pejabat dinas tersebut mencanangkan target perluasan jangkauan ke versi online serta peningkatan kontributor naskah ilmiah.


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Guru mulai pukul 10.00 WIB itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono, M.Si., beserta jajaran pengurus PGRI. Sebanyak 68 peserta yang merupakan perwakilan dari tiap cabang turut serta mendiskusikan masa depan publikasi tersebut.


Ketua Tim Jurnal Paedagog, Slamet, S.Pd., dalam pemaparannya menegaskan tujuan kegiatan. "Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya literasi dan perkembangan guru sebagai tonggak awal transformasi pendidikan melalui ide kreatif yang dicurahkan dalam tulisan," ujarnya.


Slamet juga mengungkapkan capaian cetak jurnal pada tahun 2026 sebanyak 6.068 eksemplar. Dia berharap angka ini dapat meningkat seiring dengan tumbuhnya animo guru terhadap penelitian dan penulisan.


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Joko Wiyono, M.Si., menyebut PGRI dan Jurnal Paedagog sebagai wadah vital. "PGRI merupakan organisasi yang dapat menjadi wadah kreatifitas guru. Paedagog merupakan majalah para guru selain berisi inspirasi best practice maupun penelitian, sekaligus media 'curhat' akademik sebagai tempat edukasi," jelasnya.


Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si., menekankan bahwa menulis di jurnal merupakan bagian dari pengembangan profesi guru. Dia juga mengungkapkan bahwa  jurnal turut berkontribusi terhadap operasional organisasi.


"Jurnal Paedagog merupakan bagian dari pekerjaan profesi. Untuk berkembang perlu gemar membaca, menulis, dan kombinasi medianya. Ke depan, jurnal akan memperluas jangkauan ke platform online," papar Sarno, mendorong guru untuk aktif berkontribusi.


Secara teknis, koordinator materi, Mardoyo, M.Pd., memaparkan tata kelola jurnal. Jurnal yang memiliki delapan redaktur ini terbit empat kali setahun, yaitu pada bulan kedua setiap edisinya. Proses kurasi naskah dilakukan oleh reviewer sesuai template yang berlaku.


Mardoyo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi guru. "Jurnal Paedagog memberikan akses luas bagi bapak ibu guru yang akan mengirimkan naskah. Naskah kemudian dikurasi oleh reviewer dan disesuaikan dengan template," jelasnya seraya menegaskan bahwa opini murni tanpa kajian ilmiah tidak akan dipublikasi.


Rangkaian acara yang dimoderatori oleh Slamet tersebut juga menyediakan sesi tanya jawab bagi peserta untuk menyampaikan saran dan kritik. Inti dari seluruh diskusi diarahkan pada peningkatan jumlah pesanan dan kontributor naskah.


Rapat koordinasi yang berakhir pada pukul 11.30 WIB tersebut ditutup dengan harapan bersama akan kemajuan pendidikan dan profesionalisme guru di Kabupaten Banyumas melalui budaya literasi dan penelitian yang kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan