KEMBARAN,BANYUMAS – Sebanyak 54 guru dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Lomba Cerdas Cermat Guru (LCCG) PGRI Cabang Kembaran di Korwilcam Dindik Kembaran, Selasa (3/11/2026). Ajang ini menjadi sarana pengembangan kompetensi sekaligus seleksi bagi tiga peserta terbaik yang akan mewakili PGRI Cabang Kembaran pada kompetisi tingkat Kabupaten Banyumas.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berupaya menunjukkan kemampuan, wawasan, dan ketepatan dalam menjawab berbagai pertanyaan. LCCG tidak sekadar menjadi kompetisi adu pengetahuan, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya belajar sepanjang hayat di kalangan pendidik.
Melalui kegiatan tersebut, para guru didorong untuk terus memperbarui pengetahuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kapasitas profesional di tengah dinamika dunia pendidikan. Kompetensi pendidik yang terus berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berkualitas bagi peserta didik.
Ketua Korwilcam Dindik Kembaran, Heri Supriyatno, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan LCCG PGRI Cabang Kembaran. Menurutnya, kompetisi ini memiliki nilai strategis dalam memotivasi guru agar terus mengembangkan diri dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Kegiatan LCCG ini menjadi sarana untuk memotivasi guru agar terus menerapkan semangat belajar sepanjang hayat dan senantiasa memperbarui pengetahuan serta wawasan. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran, sehingga mampu mewujudkan pembelajaran yang lebih bermutu,” ungkap Heri.
Ia berharap semangat yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Dengan terus memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kompetensi, guru diharapkan semakin siap menghadapi perubahan serta kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Panitia LCCG PGRI Cabang Kembaran, Nova Abadul Fahmi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba tahun ini dirancang dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Panitia memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung mekanisme perlombaan agar proses penilaian berlangsung lebih terbuka dan terukur.
Pada babak penyisihan, seluruh peserta mengerjakan soal melalui sistem form exam. Mekanisme tersebut digunakan untuk membantu proses pengerjaan dan penilaian secara terstruktur, sekaligus menentukan peserta yang berhak melaju ke babak final.
Babak final kemudian dilaksanakan melalui mekanisme tanya jawab secara langsung. Para finalis dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir cepat, tepat, dan cermat dalam merespons pertanyaan yang diberikan.
Untuk meningkatkan keterbukaan proses penilaian, panitia menampilkan perolehan nilai secara real-time melalui papan skor yang dapat disaksikan langsung oleh peserta maupun penonton. Dengan demikian, perkembangan hasil kompetisi dapat dipantau bersama selama babak final berlangsung.
“Kami berupaya menyelenggarakan kegiatan ini secara objektif dan transparan. Mulai dari babak penyisihan berbasis form exam hingga babak final dengan mekanisme tanya jawab langsung. Perolehan nilai juga ditampilkan secara real-time melalui papan skor sehingga seluruh penonton dapat menyaksikan perkembangan hasil perlombaan secara terbuka,” jelas Nova.
Setelah melalui rangkaian kompetisi, terpilih tiga peserta terbaik yang akan mewakili PGRI Cabang Kembaran pada LCCG tingkat Kabupaten Banyumas. Ketiganya diharapkan mampu mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi persaingan dengan peserta dari cabang PGRI lainnya.
Keikutsertaan pada tingkat kabupaten menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperluas pengalaman, menguji kemampuan, serta membawa nama baik organisasi. Prestasi yang diraih juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan budaya belajar di lingkungan sekolah.
Penyelenggaraan LCCG PGRI Cabang Kembaran menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan pendidik yang senantiasa bertumbuh. Melalui kompetisi yang sehat, kolaborasi, dan semangat belajar sepanjang hayat, guru diharapkan semakin siap memberikan pembelajaran terbaik bagi generasi penerus bangsa.
Dari Kembaran, semangat belajar guru terus dinyalakan. Sebab, pendidikan yang bermutu berawal dari pendidik yang terus bertumbuh.
Kontributor: TAFT



Tidak ada komentar:
Posting Komentar