PGRI Rawalo Gelar Diseminasi Aksara Jawa dan Tembang Macapat, Perkuat Kompetensi Guru dan Pelestarian Budaya - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Selasa, 20 Oktober 2026

PGRI Rawalo Gelar Diseminasi Aksara Jawa dan Tembang Macapat, Perkuat Kompetensi Guru dan Pelestarian Budaya



RAWALO
 - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Rawalo menyelenggarakan Diseminasi Literasi Aksara Jawa dan Tembang Macapat di SD Negeri 1 Tipar, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diikuti para guru TK, SD, SMP, dan SMA anggota PGRI Cabang Rawalo sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya Jawa melalui dunia pendidikan.


Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan keterampilan bagi guru dalam mengenal, membaca, serta menulis aksara Jawa. Peserta juga diajak memahami tembang macapat sebagai bagian dari kekayaan sastra dan seni tradisional yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Kedua materi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang relevan dengan jenjang pendidikan masing-masing.


Acara diawali dengan sambutan Ketua PGRI Cabang Rawalo, Ekawati Yudi Nurjanah, S.Pd.SD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya diseminasi sebagai sarana peningkatan kompetensi guru sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian terhadap budaya daerah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan (Korwilcam Dindik) Rawalo.



Empat narasumber dihadirkan untuk menyampaikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sesi pertama disampaikan oleh Mei Rina Dwi Alasi, S.Pd., dari SD Negeri 3 Sanggreman, dengan materi Pengenalan Aksara Jawa dan Filosofinya. Materi ini memberikan landasan pemahaman mengenai aksara Jawa, termasuk pentingnya mengenalkan warisan tulisan tradisional kepada generasi muda.


Materi berikutnya disampaikan oleh Lina Ekawati, S.Pd., dari SMA Negeri 1 Rawalo, yang membawakan materi Aksara Jawa Sriwedaren. Selanjutnya, Ika Kusuma Wardani, S.Pd., dari SMP Negeri 1 Rawalo, memberikan materi praktik membaca dan menulis aksara Jawa. Melalui sesi praktik, peserta memperoleh kesempatan memperdalam pemahaman sekaligus melatih keterampilan menggunakan aksara Jawa secara langsung.


Sementara itu, Suwarso, S.Pd., dari SD Negeri 1 Menganti, menyampaikan materi tembang macapat. Peserta diperkenalkan kembali pada bentuk sastra tradisional Jawa yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memuat pesan moral dan tuntunan kehidupan. Materi ini membuka peluang bagi guru untuk mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pembelajaran secara kreatif dan kontekstual.



Sepanjang kegiatan, para peserta mengikuti pemaparan materi dan praktik dengan antusias. Interaksi selama sesi pembelajaran menjadi bagian penting dalam proses berbagi pengalaman antarguru lintas jenjang. Meski demikian, penerapan hasil diseminasi di sekolah masing-masing akan menjadi langkah lanjutan untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.


Secara edukatif, pengenalan aksara Jawa dan tembang macapat dapat membantu siswa memahami identitas budaya daerah sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan leluhur. Guru memiliki peran strategis dalam menghadirkan pembelajaran budaya yang menarik, misalnya melalui latihan membaca aksara, menulis kalimat sederhana, mengenal kosakata Jawa, hingga mempelajari pesan moral dalam tembang macapat.


Melalui kegiatan ini, PGRI Cabang Rawalo berupaya memperkuat kompetensi profesional guru, mempererat kebersamaan antaranggota, dan mendukung pelestarian budaya lokal. Harapannya, aksara Jawa dan tembang macapat tidak sekadar menjadi pengetahuan warisan masa lalu, tetapi tetap dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi muda melalui pembelajaran yang bermakna.


Kontributor: Tartidani (Infokom)

PGRI Cabang Rawalo: Bersama Meningkatkan Kompetensi Guru, Melestarikan Budaya, dan Memajukan Pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan