BANYUMAS – PGRI Cabang Banyumas menggelar lomba tenis meja di Aula SD Negeri 1 Sudagaran, Kabupaten Banyumas, Selasa (20/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Sebanyak 31 anggota mengikuti kompetisi tersebut, terdiri atas 21 peserta putra dan 10 peserta putri, dengan semangat sportivitas dan kebersamaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas di antara anggota PGRI. Melalui aktivitas di luar rutinitas pembelajaran, para guru memperoleh ruang untuk berinteraksi, membangun keakraban, serta memelihara semangat persaudaraan dalam organisasi profesi.
Ketua PGRI Cabang Banyumas, Krisbijantoro, S.Pd.SD., menyampaikan bahwa lomba tenis meja memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Kegiatan olahraga bersama tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kekompakan dan memperkuat hubungan antarguru di lingkungan PGRI Cabang Banyumas.
Menurutnya, organisasi profesi membutuhkan kebersamaan dan partisipasi aktif anggota agar dapat menjalankan perannya secara optimal. Kegiatan olahraga menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan, menumbuhkan rasa saling menghargai, dan memperkuat komunikasi di antara para pendidik.
Dalam setiap pertandingan, peserta berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya untuk meraih hasil maksimal. Meski kompetisi berlangsung dengan semangat persaingan, suasana kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Sportivitas, penghormatan terhadap lawan, dan penerimaan terhadap hasil pertandingan menjadi nilai yang sejalan dengan semangat kebersamaan.
Peringatan HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026 juga menjadi momentum untuk merefleksikan peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Selain menjalankan tugas profesional di sekolah, guru membutuhkan ruang interaksi yang dapat mendukung keseimbangan aktivitas, memperkuat hubungan sosial, dan membangun jejaring kolaborasi antarsatuan pendidikan.
Dalam konteks organisasi, kegiatan seperti lomba tenis meja dapat menjadi sarana untuk menjaga keterlibatan anggota. Hubungan yang terbangun melalui kegiatan bersama diharapkan dapat mendukung komunikasi dan kerja sama dalam berbagai agenda PGRI, termasuk kegiatan peningkatan kompetensi, pengembangan profesi, dan perjuangan aspirasi guru.
Berdasarkan hasil pertandingan, persaingan di kategori putri menghasilkan Ida Sulistia Rini dari SMKN 3 Banyumas sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih Dwi Agustin dari SMKN 1 Banyumas, sedangkan Yekti Setyaning R. dari SDN Majingklak menempati peringkat ketiga.
Sementara itu, pada kategori putra, Wisnu Wirawan dari SMKN 1 Banyumas berhasil meraih juara pertama. Dedi Subekti, yang juga berasal dari SMKN 1 Banyumas, menempati posisi juara kedua. Adapun juara ketiga diraih Restu Dwi Andrianto dari SDN 3 Pasinggangan.
Hasil tersebut menunjukkan partisipasi guru dari berbagai satuan pendidikan dalam kegiatan olahraga yang diselenggarakan organisasi. Prestasi para pemenang menjadi bagian dari apresiasi terhadap kemampuan dan semangat berkompetisi, sekaligus diharapkan dapat memotivasi anggota lain untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan PGRI.
PGRI Cabang Banyumas berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang. Keberlanjutan agenda olahraga dan kebersamaan diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi, meningkatkan partisipasi anggota, serta menjaga hubungan baik antarguru di wilayah Kabupaten Banyumas.
Melalui rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026, semangat persatuan diharapkan semakin tumbuh di kalangan pendidik. Guru tidak hanya berperan dalam membangun pengetahuan dan karakter peserta didik, tetapi juga menjadi teladan dalam menjunjung sportivitas, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan semangat sportivitas, solidaritas, dan persaudaraan, PGRI Cabang Banyumas terus mendorong terciptanya organisasi profesi yang solid. Kebersamaan yang terpelihara menjadi salah satu modal penting bagi guru untuk memperkuat pengabdian dan berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Kontributor:



Tidak ada komentar:
Posting Komentar