Kolaborasi Jadi Kunci, PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati Mantapkan Evaluasi dan Strategi Menuju Pendidikan Bermutu - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Rabu, 19 Agustus 2026

Kolaborasi Jadi Kunci, PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati Mantapkan Evaluasi dan Strategi Menuju Pendidikan Bermutu

 



PURWOJATI - Semangat memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati yang digelar di Aula SMKN 1 Purwojati, Rabu (19/8/2026). Mengusung tema “Kolaborasi Pendidikan Bermutu untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja selama satu tahun sekaligus merumuskan strategi organisasi untuk periode berikutnya. Raker dihadiri Ketua PGRI Cabang Purwojati, Rois Sunanto, S.Pd., jajaran pengurus serta 25 anggota PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Windiyani, S.Pd., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI yang dipimpin dirijen Lely Eka Pancasakti, S.Pd. Nuansa religius kemudian mengiringi pembacaan doa yang dipimpin H. Parwoto, S.Pd., sebelum peserta bersama-sama mengucapkan Ikrar Guru Indonesia yang dipandu Purwahono, S.Pd. Rangkaian pembukaan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi sekaligus membangun suasana kebersamaan dan meneguhkan kembali identitas serta tanggung jawab profesional para anggota PGRI dalam menjalankan tugas pendidikan.


Ketua PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati, Warsono, S.Pd., dalam arahannya menempatkan kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas pembelajaran. Menurutnya, guru tidak cukup hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga harus memiliki kemauan untuk terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta membangun komunikasi yang baik dengan keluarga peserta didik. Ia menilai kualitas pendidikan akan semakin kuat ketika sekolah, guru, dan orang tua memiliki tujuan yang sama dalam mendampingi perkembangan siswa.


“Kerjasama yang baik dengan orang tua siswa, baik dalam peran kita sebagai guru pengajar maupun wali kelas, serta kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman merupakan bukti nyata dari kualitas guru yang berkolaborasi demi Indonesia maju,” ujar Warsono.


Ia menambahkan bahwa guru mempunyai posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan era modern. Karena itu, kompetensi pedagogis, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta kreativitas dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan harus terus dikembangkan. Dalam konteks tersebut, Raker menjadi ruang penting untuk melakukan refleksi terhadap apa yang telah dikerjakan sekaligus memastikan organisasi mampu memberikan dukungan terhadap kebutuhan profesional para guru.


“Guru merupakan fondasi utama untuk melahirkan generasi yang cerdas, mampu memanfaatkan teknologi modern, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan bagi para siswa,” tegasnya.


Penguatan peran organisasi juga disampaikan Dewan Pembina PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati, Sri Eko Mulyaningsih, S.Pd., M.M. Ia menegaskan bahwa PGRI bukan hanya wadah berkumpulnya para guru, melainkan organisasi profesi yang memiliki tanggung jawab memperjuangkan kepentingan dan hak anggota. Dalam arahannya, ia mengapresiasi kehadiran Ketua PGRI Cabang Purwojati beserta tim peninjau dan berharap hubungan kelembagaan tersebut terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi yang konsisten akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sekaligus mempercepat kemajuan SMKN 1 Purwojati.


“PGRI hadir sebagai wadah untuk kita memperjuangkan hak-hak rekan guru yang belum beruntung agar mendapatkan secercah harapan demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru,” tutur Sri Eko.


Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Purwojati, Rois Sunanto, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap perkembangan SMKN 1 Purwojati yang telah memasuki usia 17 tahun. Ia melihat pertumbuhan sekolah tidak hanya tercermin dari pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga dari dinamika kegiatan serta semakin luasnya kolaborasi yang dibangun. Rois juga menegaskan bahwa PGRI akan terus mengawal kepentingan dan kesejahteraan guru melalui semangat saling membantu serta memperkuat solidaritas antaranggota. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menjelaskan perkembangan dana setia kawan dan pentingnya tata kelola iuran organisasi secara baik.


“PGRI selalu mengusahakan kesejahteraan guru, mendorong sikap saling bantu dan saling jaga, terutama bagi para guru yang masih berada di bawah garis sejahtera. Langkah ini tentunya berjalan lurus dengan upaya peningkatan kemajuan pendidikan dan kualitas para murid,” ungkap Rois Sunanto.


Memasuki agenda evaluasi, Ketua Ranting Warsono memaparkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program selama satu tahun. Berdasarkan laporan tersebut, tingkat ketercapaian program mencapai 92,5 persen, dengan saldo kas tersisa Rp2.679.500 dari pemasukan iuran sebesar Rp9.196.000 dan pengeluaran kegiatan serta infak sebesar Rp6.516.500. Sejumlah program telah dilaksanakan, antara lain pelatihan kaderisasi internal, dukungan terhadap pelatihan pembelajaran mendalam, pendidikan inklusi, serta persiapan UKKJ. Di bidang sosial dan keagamaan, organisasi juga menjalankan perlombaan Hari Guru, pembinaan grup seni karawitan guru dan karyawan, kajian rutin, santunan bagi guru terdampak musibah, serta pemberian dua pasang sepatu kepada siswa kurang mampu.


Evaluasi tersebut kemudian menjadi pijakan untuk menyusun program prioritas tahun berikutnya. Sekretaris PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati, Dedi Priyatno, S.Pd., menyampaikan bahwa organisasi akan mengarahkan program pada penguatan kompetensi, kepedulian sosial, kaderisasi, serta tata kelola organisasi yang semakin transparan. Selain workshop kurikulum, program mendatang mencakup penyaluran santunan guru, pendataan anggota baru dari unsur guru mutasi dan P3K penuh waktu, pengelolaan keuangan rutin, dana setia kawan, kegiatan sosial dan solidaritas, serta pembenahan sistem pembukuan.


“Agenda tahun depan kita akan fokus mengikuti dan menyelenggarakan workshop kurikulum, penyaluran santunan guru, pendataan anggota baru dari unsur guru mutasi serta P3K penuh waktu, sekaligus mengelola keuangan rutin, danset, kegiatan sosial, solidaritas, serta menata sistem pembukuan keuangan yang transparan,” jelas Dedi.


Dengan jumlah 56 anggota terdaftar dan 41 anggota aktif, Raker PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati menjadi momentum untuk memastikan organisasi tetap bergerak berdasarkan kebutuhan anggota dan perkembangan pendidikan. Forum tersebut memperlihatkan bahwa evaluasi tidak berhenti pada pencatatan capaian, tetapi diarahkan menjadi dasar penyusunan strategi yang lebih konkret. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dalam suasana hangat melalui ramah tamah dan lantunan Hymne PGRI yang dinyanyikan bersama. Dari forum tersebut, PGRI Ranting SMKN 1 Purwojati meneguhkan kembali komitmennya: memperkuat kolaborasi, menjaga solidaritas, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi terwujudnya pendidikan bermutu menuju Indonesia maju.


Kontributor: Neysa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan