Ajibarang, Selasa (30/6/2026) - Komitmen meningkatkan profesionalisme guru kembali ditunjukkan PGRI Cabang Ajibarang melalui penyelenggaraan Pelatihan Pendampingan Ujian Kompetensi Jenjang Jabatan (UKJJ) bagi guru yang berlangsung di Aula Korwilcam Dindik Ajibarang. Kegiatan yang diikuti sebanyak 85 guru dari jenjang SD, MI, SMP, hingga SMA tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan calon peserta UKJJ agar mampu menghadapi seluruh tahapan seleksi secara optimal. Melalui pendampingan yang komprehensif, para peserta dibekali pemahaman mengenai mekanisme ujian, persiapan administrasi, strategi menjawab soal, hingga penguatan kompetensi sebagai bagian dari pengembangan karier guru.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian organisasi profesi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Selain memberikan bekal teknis menghadapi UKJJ, kegiatan juga bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai mekanisme dan materi ujian, mendampingi proses penyusunan serta verifikasi dokumen administrasi, membekali peserta dengan strategi menghadapi berbagai bentuk soal, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi profesional sebagai syarat kenaikan jenjang jabatan fungsional guru. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan karena sebagian besar menyadari bahwa UKJJ merupakan tahapan penting yang menentukan perkembangan karier mereka sebagai pendidik.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Penyelenggara, Karso, S.Pd., yang menjelaskan bahwa pelatihan pendampingan UKJJ merupakan salah satu program kerja prioritas PGRI Cabang Ajibarang pada tahun 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada K3S Ajimruyung yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, sasaran kegiatan difokuskan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan mengikuti UKJJ, sehingga seluruh peserta diharapkan benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan diri sejak dini, terutama dalam melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang menjadi dasar pemanggilan peserta ujian.
Ketua PGRI Cabang Ajibarang, Daryanto, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, K3S Ajimruyung, serta Sekretaris PGRI Kabupaten Banyumas, Yusep Kurniawan, S.Pd., M.Pd., yang telah meluangkan waktu untuk menjadi narasumber. Ia menegaskan bahwa UKJJ merupakan salah satu persyaratan penting dalam proses kenaikan jenjang jabatan fungsional guru sehingga organisasi merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memfasilitasi para anggotanya agar memperoleh pendampingan yang memadai.
"Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik, kepada K3S Ajimruyung atas dukungan yang luar biasa, serta kepada Bapak Yusep Kurniawan yang telah berkenan menjadi narasumber. UKJJ merupakan salah satu syarat utama kenaikan jenjang jabatan fungsional guru. Karena itu, PGRI Cabang Ajibarang berupaya memfasilitasi kegiatan ini agar guru-guru di Ajibarang memiliki bekal yang cukup dan mampu mengikuti UKJJ dengan hasil terbaik," ujar Daryanto.
Apresiasi juga disampaikan Koordinator Korwilcam Dindik Ajibarang, Fresti Listianu, S.Pd.Aud. Menurutnya, pelaksanaan pelatihan pendampingan UKJJ merupakan sebuah terobosan yang patut diapresiasi karena menjawab kebutuhan nyata para guru dalam menghadapi proses kenaikan jenjang jabatan. Ia mengingatkan bahwa pada pelaksanaan UKJJ sebelumnya masih terdapat sejumlah guru yang belum berhasil lulus sehingga pendampingan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan peserta sekaligus memperbesar peluang keberhasilan guru-guru Ajibarang pada pelaksanaan UKJJ tahun ini.
Fresti berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan profesionalisme guru. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru yang senantiasa belajar, berkembang, dan siap menghadapi berbagai perubahan kebijakan pendidikan.
"Saya memberikan apresiasi kepada PGRI Cabang Ajibarang yang telah melakukan gebrakan melalui kegiatan ini. Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena pada pelaksanaan sebelumnya masih ada guru yang belum lulus UKJJ. Semoga melalui pendampingan ini guru-guru Ajibarang memperoleh bekal yang cukup untuk menghadapi ujian kompetensi dan seluruh peserta dapat meraih kelulusan. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," ungkap Fresti.
Materi utama disampaikan oleh Sekretaris PGRI Kabupaten Banyumas, Yusep Kurniawan, S.Pd., M.Pd., yang mengulas secara mendalam mekanisme pelaksanaan UKJJ. Ia menjelaskan bahwa guru dengan jenjang Ahli Pertama akan menghadapi Situational Judgment Test (SJT), sedangkan guru yang akan naik dari jenjang Muda ke Madya juga harus mengikuti ujian studi kasus. Materi yang diujikan mencakup kompetensi manajerial, sosial kultural, dan pedagogik. Yusep memaparkan bahwa SJT terdiri atas 68 soal yang dikerjakan dalam waktu 120 menit, sedangkan studi kasus berjumlah 12 soal dengan durasi 30 menit. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh data pada aplikasi MyASN dan Dapodik telah diperbarui karena pemanggilan peserta UKJJ dilakukan secara otomatis apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, seperti angka kredit yang mencukupi dan masa pangkat minimal dua tahun. Dalam sesi praktik, ia memberikan contoh soal beserta strategi penyelesaiannya melalui metode 5M, yakni membaca inti masalah (scanning), menentukan kompetensi yang diuji, menghilangkan dua pilihan jawaban yang kurang tepat, membandingkan tiga jawaban terbaik, kemudian memilih solusi yang paling efektif. Paparan tersebut disambut antusias peserta yang aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pengalaman menghadapi UKJJ.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Pendampingan Ujian Kompetensi Jenjang Jabatan ini, PGRI Cabang Ajibarang menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi guru dalam meningkatkan kompetensi dan mengembangkan karier profesional. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa organisasi profesi tidak hanya berfungsi sebagai wadah perjuangan dan solidaritas, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik. Dengan bekal pengetahuan, kesiapan administrasi, serta strategi menghadapi ujian yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu mengikuti UKJJ dengan percaya diri, meraih hasil optimal, dan pada akhirnya berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, profesional, serta berdaya saing di Kabupaten Banyumas.
Kontributor: TAFT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar