KEBASEN, Senin (15/6/2026) - Komitmen memperkuat budaya literasi di kalangan pendidik kembali ditunjukkan oleh PGRI Ranting II Kebasen melalui kegiatan Peningkatan Literasi Guru yang diselenggarakan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari SD Negeri Bentul, SD Negeri 1 Gambarsari, dan SD Negeri 2 Gambarsari tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital yang terus berkembang.
Di tengah derasnya arus informasi dan transformasi teknologi, kemampuan literasi kini tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca dan menulis secara konvensional. Guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, kritis, dan produktif sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme serta pembelajaran yang lebih inovatif. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus menjadi bekal penting dalam membentuk karakter peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi literasi digital yang memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana belajar dan pengembangan diri. Para peserta mendapatkan berbagai contoh praktik pemanfaatan media digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan sosialisasi pelatihan dan lomba menulis puisi bersama Duta Baca Indonesia sebagai upaya menumbuhkan budaya menulis dan kreativitas di lingkungan pendidikan.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemutaran film pendidikan berjudul Topi di Mini Theater Citra Vistara milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Film tersebut menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya pendidikan karakter, khususnya nilai sopan santun yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Tidak hanya itu, peserta juga disuguhi berbagai praktik baik literasi berupa karya pemenang lomba resensi buku hingga konten digital edukatif yang berhasil meraih prestasi, membuktikan bahwa literasi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk media kreatif.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan budaya membaca dan menulis sebagai bagian dari penguatan kompetensi pendidik. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap berbagai sumber ilmu pengetahuan dan referensi yang berkualitas.
“Kami mengajak Bapak dan Ibu semua untuk gemar berliterasi. Saat ini kami sudah memiliki Perpustakaan Digital Kabupaten Banyumas yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan akses literasi dan mencari berbagai referensi buku yang dibutuhkan,” ujar Agus Anggraito di hadapan para peserta kegiatan.
Keberadaan Perpustakaan Digital Kabupaten Banyumas menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian besar dari peserta. Melalui layanan digital tersebut, para guru dapat mengakses beragam koleksi mulai dari buku bacaan umum, referensi pendidikan, karya ilmiah, komik edukatif, audio book, hingga koleksi naskah kuno yang menyimpan nilai sejarah dan budaya. Fasilitas ini dinilai sangat membantu para pendidik untuk terus belajar dan memperkaya wawasan tanpa terbatas ruang dan waktu.
Ketua PGRI Ranting II Kebasen, Shintya Septiana, menyampaikan apresiasi kepada pihak Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas yang telah memberikan kesempatan kepada para guru untuk belajar dan memperoleh berbagai pengalaman baru dalam bidang literasi. Ia berharap seluruh praktik baik yang diperoleh selama kegiatan dapat diteruskan dan dibagikan kepada guru-guru lain sehingga manfaatnya semakin luas.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah diperkenankan melaksanakan kegiatan di sini. Praktik baik yang kami peroleh akan kami bagikan agar dapat menginspirasi guru-guru lainnya untuk semakin gemar membaca, menulis, dan mengembangkan budaya literasi di sekolah masing-masing,” tutur Shintya Septiana.
Pengurus Cabang PGRI Kebasen, Andi Priyatno, turut memberikan apresiasi terhadap fasilitas dan pelayanan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keberadaan Mini Theater yang nyaman serta koleksi perpustakaan yang lengkap telah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta. Ia juga menilai bahwa kehadiran perpustakaan digital menjadi langkah maju dalam mendukung peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi pelayanan yang luar biasa. Mini Theater yang tersedia sangat nyaman, bersih, dan representatif. Koleksi perpustakaan juga sangat beragam. Kehadiran Perpustakaan Digital Kabupaten Banyumas semakin memudahkan kami mengakses sumber belajar kapan pun dan di mana pun sehingga dapat meningkatkan kompetensi sebagai pendidik,” ungkap Andi Priyatno.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pertemuan rutin dan rapat koordinasi PGRI Ranting II Kebasen yang membahas berbagai agenda organisasi dan pengembangan profesi guru. Lebih dari sekadar kegiatan peningkatan kapasitas, program ini menjadi pengingat bahwa budaya baca, tulis, dan literasi digital merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan. Ketika guru terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Dari ruang perpustakaan yang penuh inspirasi itu, lahir semangat baru untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama menuju pendidikan yang lebih berkualitas, kreatif, dan berdaya saing di masa depan.
Kontributor: TAFT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar