Dindik dan PGRI Banyumas Gandeng SLCC-APKS Siapkan Ratusan Guru Hadapi UKKJ 2026 - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Jumat, 26 Juni 2026

Dindik dan PGRI Banyumas Gandeng SLCC-APKS Siapkan Ratusan Guru Hadapi UKKJ 2026



BANYUMAS - Sebanyak 272 guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Webinar Pendampingan Persiapan Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Guru yang digelar secara daring pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan hasil kerja sama Smart Learning and Character Center (SLCC) bersama Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kabupaten Banyumas ini bertujuan untuk memberikan referensi, gambaran bentuk soal, serta strategi pengerjaan demi memastikan kelulusan para peserta.


Acara yang dipandu oleh Mistina Hidayati, S.Pd., M.Pd. selaku host dan Bambang Prilistyo, S.Pd.SD., M.Pd. sebagai moderator ini, menghadirkan Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama. Webinar ini berfokus pada pembedahan instrumen utama ujian, anatomi soal, hingga aspek penilaian penting dalam UKKJ yang meliputi kompetensi manajerial, sosiokultural, dan teknis.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T., yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa kenaikan jenjang jabatan bukan sekadar formalitas administratif. Menurutnya, momentum ini harus dipandang sebagai bentuk peningkatan komitmen terhadap mutu pembelajaran di sekolah.


"Kenaikan jenjang jabatan harus dimaknai sebagai komitmen tanggung jawab pembelajaran yang berpusat pada murid," ujar Widodo Sugiri dalam sambutannya.


Widodo menambahkan bahwa Dinas Pendidikan tidak ingin para tenaga pendidik merasa kesulitan sendirian dalam menghadapi regulasi baru ini. Kerja sama dengan PGRI ini sengaja dibangun untuk memberikan payung pendampingan yang utuh dan menyeluruh bagi seluruh guru.


"Melalui webinar ini, Dindik bersama PGRI ingin memastikan bahwa tidak ada satupun guru yang berjalan sendirian atau merasa bingung, sehingga mereka memiliki pemahaman utuh mengenai regulasi, pemahaman teknis, dan strategi dalam UKKJ," lanjut Widodo tegas.


Lebih lanjut, Widodo berpesan agar ratusan peserta yang mendaftar dari dalam maupun luar Kabupaten Banyumas ini memanfaatkan ruang virtual tersebut untuk mengurai masalah teknis. Ia meminta para guru tidak berkecil hati dan tetap optimis berbekal rekam jejak mengajar mereka selama ini.


"Gunakan kesempatan dengan baik untuk menggali ilmu dan mengurai kendala yang ada agar lebih siap saat ujian berlangsung. Tanamkan rasa percaya diri, pengalaman dan dedikasi adalah modal utama," tambah Widodo memotivasi peserta.


Senada dengan Kepala Dinas, Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si., menyatakan komitmen penuh organisasi profesi yang dipimpinnya untuk selalu menjadi mitra strategis pemerintah daerah. PGRI akan terus membuka ruang peningkatan kompetensi fungsional bagi seluruh anggotanya.


"PGRI Kabupaten Banyumas berpartner dengan Dindik Banyumas untuk mendampingi guru dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan pengembangan kompetensi," jelas Sarno.


Sarno memaparkan bahwa skema pendampingan ini telah dirancang matang oleh panitia agar materi yang disampaikan tepat sasaran. Target utamanya adalah kelancaran sirkulasi kenaikan pangkat fungsional guru di lapangan dari jenjang pertama hingga madya.


"Harapannya, dari guru pertama ke guru muda bisa naik, dari guru muda ke guru madya bisa lancar, dan seterusnya. PGRI sudah mempersiapkan kegiatan ini dan dikemas semaksimal mungkin," pungkas Sarno.


Sementara itu, narasumber Arifin Nur Hayadi memaparkan materi inti bahwa UKKJ tahap 1 akan menguji total 80 soal dalam durasi 150 menit, yang terdiri dari 68 soal Situational Judgement Test (SJT) dan 12 soal studi kasus. Ia mengingatkan bahwa SJT bukanlah tes hafalan, melainkan uji analisis untuk mencari tindakan yang paling efektif, etis, dan berdampak positif bagi dunia pendidikan dengan menuntut konsentrasi penuh peserta.


Kontributor: Neysa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan