KEMRANJEN - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Ngesti Sastra Kemranjen sukses menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kecamatan pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini mengusung tema “Aktualisasi Karakter melalui Seni, Kreatif Berkarya, Bangga Budaya,” sebagai upaya menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni sekaligus membangun karakter sejak usia dini.
Acara tersebut diikuti oleh perwakilan siswa sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Kemranjen. Sejak awal pelaksanaan, suasana tampak semarak dengan antusiasme peserta yang menunjukkan bakat terbaiknya di berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.
Ketua panitia, Maskuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FLS3N merupakan wadah strategis bagi siswa untuk mengekspresikan potensi diri di bidang seni dan sastra. Ia menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri peserta didik.
“Melalui FLS3N, anak-anak dapat menunjukkan bakat terbaik mereka serta belajar percaya diri dalam berkarya,” ujarnya.
Terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan ini, yakni gambar bercerita, tari, menyanyi solo, mendongeng, kriya, pantomim, dan menulis cerita. Setiap cabang lomba menampilkan kemampuan siswa yang beragam, mulai dari ekspresi seni visual hingga kemampuan literasi dan seni pertunjukan.
Para peserta tampak tampil maksimal dalam setiap perlombaan, menunjukkan hasil latihan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dukungan dari guru pembimbing dan sekolah turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka tampil percaya diri di atas panggung.
“Setiap anak memiliki potensi yang luar biasa, dan tugas kita adalah memberikan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal,” ungkap salah satu guru pendamping.
Koordinator Korwilcam Dindik Kemranjen, Langgeng Basuki, dalam amanatnya menegaskan bahwa FLS3N harus menjadi kegiatan yang berpihak pada peserta didik. Ia mendorong seluruh sekolah untuk aktif berpartisipasi dalam memberikan kesempatan yang sama bagi siswa untuk berkembang.
“FLS3N bukan sekadar lomba, tetapi sarana membangun pengalaman, kompetensi, dan karakter siswa. Semua sekolah harus terlibat agar anak-anak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar sekolah serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan peserta. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan pengalaman berharga yang tidak hanya berorientasi pada hasil lomba, tetapi juga proses belajar.
Dengan terselenggaranya FLS3N tingkat Kecamatan Kemranjen ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kebanggaan terhadap budaya bangsa. Semangat berkarya yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa pendidikan seni memiliki peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih berwarna.
Kontributor: Aris Sumbono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar