Tongkat Estafet Pendidikan Kebasen Berpindah: Harapan Baru, Tanggung Jawab Besar di Balik Sertijab Kepala Sekolah - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Sabtu, 25 April 2026

Tongkat Estafet Pendidikan Kebasen Berpindah: Harapan Baru, Tanggung Jawab Besar di Balik Sertijab Kepala Sekolah




KEBASEN - Suasana khidmat sekaligus penuh harapan menyelimuti Gedung Guru Korwilcam Dindik Kebasen pada Jumat (24/4/2026), saat digelarnya Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah Dasar di lingkungan Kecamatan Kebasen. Sebanyak 30 kepala sekolah, terdiri dari 28 SD Negeri dan 2 SD Swasta, hadir dalam momentum penting yang menandai pergantian kepemimpinan sekaligus awal babak baru bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.


Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Warsono, S.Pd., yang berlangsung penuh kekhusyukan, diikuti pembacaan petikan Surat Keputusan oleh Arifin selaku staf Korwilcam Dindik Kebasen. Suasana semakin terasa sakral ketika satu per satu nama yang mengalami mutasi maupun penugasan baru dibacakan, menjadi penanda resmi dimulainya amanah baru bagi para kepala sekolah.


Dalam rangkaian tersebut, tercatat enam kepala sekolah mengalami mutasi, di antaranya Sukamto, S.Pd., yang berpindah dari SDN 3 Adisana ke SDN Kaliwedi, serta Budi Hartoyo, S.Pd.Jas., yang kini memimpin SDN 1 Kebasen. Selain itu, enam guru juga mendapat kepercayaan baru sebagai kepala sekolah, termasuk Asih Nurdiyati, S.Pd., yang sebelumnya mengajar di SDN 2 Gambarsari kini ditugaskan memimpin SDN Curugbunglon.


“Penugasan ini adalah amanah yang harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi pengabdian,” tegas Koordinator Korwilcam Dindik Kebasen, Mulyadi Suryono, S.Pd., dalam sambutannya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di tingkat kecamatan tidak lepas dari peran kepemimpinan di setiap satuan pendidikan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Semoga pengabdian yang telah diberikan menjadi amal kebaikan,” ujarnya.


Lebih lanjut, Mulyadi menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Ia mengingatkan bahwa wajah pendidikan di suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sekolah yang ada di dalamnya.


“Baik buruknya Dinas Pendidikan tercermin dari sekolah. Kepala sekolah harus mampu menciptakan suasana yang bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik,” pesannya.


Ia juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, termasuk dalam hal administrasi dan pelaporan. Menurutnya, setiap aktivitas pendidikan kini berada dalam pengawasan berbagai pihak, termasuk masyarakat.


“Presensi harus jujur, karena kerja kita dipantau banyak pihak, termasuk wali murid. Setiap pemimpin juga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.


Dalam arahannya, ia turut mengingatkan sejumlah isu penting, seperti pelaksanaan TKA yang berjalan lancar berkat kesiapan panitia, serta perlunya antisipasi kendala teknis yang masih kerap terjadi di beberapa wilayah. Selain itu, perhatian serius juga diberikan pada persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang jumlahnya masih tinggi di Banyumas.


“Di Kebasen terdapat lebih dari 600 anak tidak sekolah. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus saling bekerja sama untuk mengawasi dan melaporkan jika menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar,” ungkapnya.


Di tengah suasana haru dan semangat baru, salah satu kepala sekolah yang baru dilantik, Asih Nurdiyati, S.Pd., menyampaikan perasaannya usai menerima amanah sebagai Kepala SDN Curugbunglon. Ia mengaku merasakan campuran antara kebahagiaan dan tanggung jawab besar yang kini diembannya.


“Perasaan saya tentu senang, tetapi juga campur aduk karena ini amanah yang luar biasa. Saya akan tetap menyelesaikan tugas sebagai guru sekaligus menjalankan peran baru sebagai kepala sekolah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.


Ia juga menegaskan bahwa tantangan geografis bukan menjadi penghalang untuk memberikan pengabdian terbaik. Baginya, tugas di wilayah pegunungan justru menjadi ladang ibadah yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan.


“Meski SDN Curugbunglon berada di daerah pegunungan dengan jarak yang cukup jauh, hal itu tidak akan mengurangi semangat saya untuk bekerja dan beribadah. Mohon doa dan bimbingan dari para senior agar saya dapat menjadi kepala sekolah yang profesional,” ungkapnya.


Melalui kegiatan sertijab ini, diharapkan seluruh kepala sekolah dapat segera beradaptasi dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, mulai dari guru, komite sekolah, hingga pemerintah desa. Tongkat estafet kepemimpinan yang telah berpindah kini membawa harapan besar, agar pendidikan di Kebasen semakin maju, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.


Kontributor: TAFT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan