BANYUMAS – Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan silaturahmi tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung khidmat di Gedung Guru Banyumas pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Solidaritas untuk Pendidikan Berkualitas" ini dihadiri oleh pengurus PGRI kabupaten dan cabang se-Kabupaten Banyumas, serta sejumlah pejabat penting daerah, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB.
Acara yang dipandu oleh Megawati Purwaningrum, M.Pd ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ali Mas'ud, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan laporan ketua panitia. Rangkaian kegiatan juga mencakup ikrar permohonan maaf dari PGRI cabang yang disampaikan Akhmad Sukaryanto, S.Pd., M.Pd dan diterima langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si. Puncak acara diisi dengan uraian hikmah silaturahmi serta doa yang dipimpin Drs. Johar, M.Pd selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas.
Ketua panitia kegiatan, Eko Purnomo, S.Pd, melaporkan bahwa jumlah peserta silaturahmi mencapai 112 orang yang berasal dari 27 cabang PGRI di masing-masing kecamatan ditambah satu cabang khusus serta para kepala sekolah PGRI. "Tujuan kegiatan silaturahmi ini adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kemajuan PGRI untuk pendidikan yang maju dan berkualitas," ujar Eko Purnomo saat menyampaikan laporannya di hadapan seluruh peserta.
Akhmad Sukaryanto, S.Pd., M.Pd menyampaikan ikrar permohonan maaf dari seluruh pengurus cabang beserta anggota. "Kami segenap pengurus cabang beserta anggota memohon maaf kepada pengurus PGRI Kabupaten Banyumas dan lintas sektoral di atas. Kami mengucapkan taqoballohu minna waminkum, mohon maaf lahir dan batin, semoga segala khilaf dihapus dan kembali fitri, serta hati turut kembali ke fitri. Kami berharap permohonan maaf dan ikrar ini dapat diterima," tuturnya dengan penuh haru.
Sarno, S.Pd., S.H., M.Si selaku Ketua PGRI Kabupaten Banyumas menegaskan bahwa silaturahmi pada hakikatnya adalah bicara hati. "Permohonan maaf bisa diterima manakala kita ikhlas. Semoga kita bisa bertemu tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat menjadi ahli surga. Untuk mendukung pendidikan yang berkualitas, otak dan hati murid harus penuh, dan untuk mewujudkan hal tersebut butuh kehadiran guru. Maka PGRI memohon kepada Bapak Bupati Banyumas agar selalu berdampingan bersama guru. Semoga PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu dan PPPK yang ada dapat terjamin karirnya serta tidak dirumahkan," tegas Sarno disambut tepuk tangan meriah peserta.
Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Trilastiono, M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan silaturahmi tersebut. "Saya atas nama diri sendiri dan keluarga mengucapkan maaf lahir dan batin. Saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana yang tepat untuk saling memaafkan dan memajukan pendidikan. Saya berkomitmen tidak akan merumahkan PPPK dan selalu berupaya agar kesejahteraan dapat ditingkatkan. Saya meminta PGRI mendata guru yang belum bersertifikasi, selanjutnya Banyumas akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan seperti UMP untuk melaksanakan pendidikan peningkatan kompetensi guru sehingga ke depannya guru di Banyumas dapat bertambah kesejahteraannya melalui sertifikasi guru," papar bupati.Bupati juga menyoroti persoalan anak tidak sekolah di Kabupaten Banyumas. "Tugas guru sangat berat karena tidak hanya memberikan pendidikan tetapi juga perlu melakukan pendekatan terhadap masyarakat yang kurang mendukung pendidikan. PGRI menjadi rumah besar yang menyatukan pendidik. Maka saya ajak seluruh keluarga besar PGRI Kabupaten Banyumas menjaga semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan dan menjadi wadah bagi lahirnya gagasan inovatif," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.AP menyampaikan kabar baik mengenai rekrutmen aparatur sipil negara. "Tahun 2026 ada CASN dengan formasi 732 di seluruh Kabupaten Banyumas. Di antaranya ada perubahan status dari PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Rinciannya adalah 135 formasi guru kelas di jajaran sekolah dasar, 55 formasi guru mata pelajaran di SMP, dan 140 formasi tenaga kependidikan baik satu atap, di korwil, maupun di dinas. Pesan dari Plt Kepala Dinas, seluruh jajaran Dinas Pendidikan memohon maaf kepada seluruh jajaran PGRI Kabupaten Banyumas. Semoga dosa kita diampuni dan amal kita diterima," ujarnya.
Drs. Johar, M.Pd dalam tausiyahnya mengajak seluruh peserta untuk menjaga stabilitas iman melalui rasa syukur. "Dalam setiap situasi baik suka maupun duka, agar iman kita stabil maka selalu ucapkan Alhamdulillah pada keadaan apa pun. Iman manusia sering naik turun, maka ucapkanlah: Wahai Tuhan yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku terhadap agamamu (Islam). Inti dari silaturahmi adalah menjaga hati kita. Jika kita dapat menghilangkan sifat hasad, maka akan tumbuh persatuan di antara kita, karena silaturahmi hakikatnya adalah menyatukan hati dengan hati," pesan Johar mengakhiri ceramahnya.
Kegiatan yang juga dimeriahkan dengan penyerahan hadiah lomba vlog Ramadhan PGRI dan penghargaan ngaji bareng PGRI tersebut turut dihadiri sejumlah undangan penting, Camat Sokaraja Sunarno, S.H., M.A.P, Kapolsek Sokaraja, Danramil Sokaraja Kapten Infanteri Sudarmono, Kepala Kementerian Agama Banyumas Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd, Kepala Cabang Dinas Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Maryanto, S.Pd., M.Sc, Dewan Pembina PGRI H. Sarana, Dewan Pakar Prof. Fauzi dan Prof. Dr. Ahmad, M.Pd, serta Ketua MKKS SMP Kabupaten Banyumas. Acara ditutup dengan doa dan jabat tangan bersama seluruh peserta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar