SUMBANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sumbang menunjukkan kepedulian nyata dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Rencana Hasil Kerja (RHK) Tahun 2026 bagi 70 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 Januari 2025, di SDN 2 Banteran ini bertujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam perencanaan kerja yang akuntabel.
Pelaksanaan bimtek ini merupakan wujud konkret komitmen organisasi profesi guru tersebut dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme para GTK PPPK Paruh Waktu di wilayahnya. Dengan fokus pada penyusunan dokumen perencanaan kinerja, kegiatan ini diharapkan dapat berdampak pada peningkatan mutu layanan pendidikan di tingkat kecamatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembekalan spiritual yang disampaikan oleh Ketua Seksi Kerohanian PGRI Kecamatan Sumbang, Nasrullah, S.Pd. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan rohani sebelum peserta memasuki sesi materi teknis yang dipandu oleh narasumber berkompeten.
Ketua PGRI Kecamatan Sumbang, Widi Haryono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendampingan bagi rekan-rekan GTK PPPK. "Bimtek ini kami selenggarakan khusus untuk memberikan pendampingan agar Bapak dan Ibu mampu menyusun RHK dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Lebih lanjut, Widi menekankan komitmen organisasinya. "PGRI berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan penuh kepada seluruh anggotanya, tanpa terkecuali GTK PPPK, dalam upaya bersama meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme," tegasnya.
Pada sesi inti, peserta secara aktif mengikuti pemaparan dan tanya jawab bersama narasumber, Zaenul Kosim. Materi yang disajikan mencakup tata cara pengisian, pengelolaan, hingga evaluasi RHK untuk tahun anggaran 2026, dengan pendekatan yang aplikatif dan mudah dipahami.
Salah satu peserta bimtek, Sari Dewi, seorang guru PPPK paruh waktu, mengungkapkan manfaat yang didapat. "Alhamdulillah, dengan bimtek ini kami menjadi lebih paham struktur dan muatan RHK. Selama ini sering ada kebingungan, tetapi sekarang lebih jelas langkah-langkah penyusunannya," ujarnya.
Zaenul Kosim, selaku pemateri, menyampaikan bahwa penyusunan RHK yang baik adalah fondasi dari kinerja yang terukur. Ia mendorong peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat secara konsisten di satuan pendidikan masing-masing agar perencanaan dapat diimplementasikan dengan optimal.
"RHK bukan sekadar administrasi, tetapi peta jalan kerja kita. Jika disusun dengan realistis dan terukur, maka capaian kinerja dan akuntabilitas kita sebagai ASN PPPK akan semakin baik," papar Zaenul saat memberikan motivasi kepada para peserta.
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Kecamatan Sumbang berharap terjadi peningkatan kemampuan teknis penyusunan RHK. Diharapkan hal ini pada akhirnya berkontribusi terhadap percepatan peningkatan mutu pendidikan dasar di Kecamatan Sumbang secara keseluruhan.
"Kami berharap output dari bimtek ini adalah dokumen RHK yang rapi, tepat waktu, dan menjadi alat kerja yang benar-benar hidup untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Dukungan dari PGRI tidak berhenti di sini," tutup Widi Haryono, menjanjikan pendampingan berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar