Konferensi Kerja Tahun Pertama PGRI Kabupaten Banyumas Perkuat Solidaritas Guru dan Arah Pendidikan - PGRI KABUPATEN BANYUMAS

Breaking

IKLAN

Iklan

Jumat, 30 Januari 2026

Konferensi Kerja Tahun Pertama PGRI Kabupaten Banyumas Perkuat Solidaritas Guru dan Arah Pendidikan


BANYUMAS, 30 Januari 2026_ 
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas menggelar Konferensi Kerja Tahun Pertama Masa Bakti XXIII sebagai langkah strategis menyamakan arah perjuangan organisasi sekaligus memperkuat peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

Kegiatan diselenggarakan di Gedung Guru Banyumas,  dihadiri jajaran pengurus PGRI, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan pendidikan ini menjadi forum penting untuk melaporkan program kerja sekaligus mempererat sinergi antarlembaga.


Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si., mengungkapkan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan, dan PGRI. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi fondasi utama dalam memajukan pendidikan.


“Alhamdulillah atas sinergi antarlini Pemerintah Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, dan PGRI Kabupaten Banyumas,” ujar Sarno.


Sarno menegaskan bahwa perjuangan bersama terus dilakukan, termasuk dalam upaya melengkapi kebutuhan guru melalui pengangkatan PPPK maupun CPNS agar layanan pendidikan semakin optimal.


Dalam kesempatan itu, Sarno juga membawa kabar baik bagi para pendidik. Sarno menyampaikan bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai Januari 2026 telah dicairkan setiap bulan, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru.


Secara tidak langsung, mengajak seluruh anggota untuk terus bergerak maju bersama organisasi. Menurutnya, melalui kebersamaan dengan PGRI, kualitas pendidikan di Kabupaten Banyumas akan semakin meningkat.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono, M.R., M.Si., turut memberikan motivasi kepada para guru agar mampu menjalankan perannya tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing kehidupan.


“Guru adalah penyuluh kehidupan sesuai Mars PGRI. Jadilah guru yang ideal, penuh eksistensi dan militansi,” tuturnya.


Ia juga menekankan bahwa PGRI merupakan mitra strategis dalam berkarya bagi bangsa melalui pendidikan, serta mengajak seluruh elemen untuk terus maju demi kemajuan PGRI dan pendidikan Kabupaten Banyumas.


Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Sutikno, S.Pd., M.M., mengingatkan pentingnya menjaga kekuatan organisasi melalui solidaritas antaranggota.


“Kalau PGRI ingin hidup maka hidupkan guru, kalau PGRI ingin hidup maka kuatkan solidaritas,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa rasa syukur dan kebiasaan berbuat baik akan membawa dampak positif bagi perjalanan organisasi. Secara tidak langsung, ia juga mendorong guru untuk menjadi pribadi profesional, sejahtera, terlindungi, bermartabat, dan terpercaya, serta menjadi “guru wajib”  yaitu sosok yang kehadirannya dinantikan dan kepergiannya dirindukan.



Konferensi kerja tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas, Hj. Dwi Asih Lintarti, yang mengawali sambutannya dengan pantun sebelum menegaskan peran penting guru dalam membangun generasi masa depan.

“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan menginspirasi. Mari bersama menyukseskan Program Tri Las, Pasti Sekolah, dengan terus memperhatikan peserta didik sebagai pengayom sekaligus pendidik,” katanya, seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan PGRI sebagai mitra pemerintah dalam memajukan pendidikan.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno Konferensi Kerja dan ditutup dengan kesepahaman bersama untuk terus memperjuangkan kepentingan guru serta menyamakan arah tujuan organisasi demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Banyumas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan