PURWOKERTO - Upaya peningkatan kualitas pembelajaran kembali digaungkan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Untung Suropati dan Gugus Ki Hajar Dewantara melalui kegiatan Diseminasi Pembelajaran Mendalam dan Matematika Gembira yang digelar di Aula Korwilcam Dindik Purwokerto Utara, Jumat (28/11). Acara ini menjadi wadah strategis bagi para guru Fase A untuk memperkuat kompetensi dalam menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kegiatan tersebut diikuti 34 guru dari berbagai sekolah di wilayah Purwokerto Utara, menandai antusiasme tinggi para pendidik dalam mengikuti perkembangan Kurikulum Merdeka serta orientasi baru penguatan numerasi dan literasi di tingkat dasar.
“Guru Fase A memiliki peran kunci dalam membangun fondasi dasar numerasi dan literasi anak,” ujar Korwilcam Dindik Purwokerto Utara, Bapak Djahid, S.Pd.SD dalam sambutannya saat membuka acara, sambil menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru harus berjalan seiring dengan perubahan pendekatan pembelajaran.
Tak hanya diikuti para guru, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari jajaran pimpinan sekolah dasar. Ketua KKKS Purwokerto Utara, Ibu Warsini, beserta pengurus KKG dari kedua gugus hadir memberikan komitmen terhadap penguatan budaya belajar profesional antarguru.
Pada sesi pertama, narasumber Okta Nurlita P., S.Pd., M.Pd. memaparkan materi Pembelajaran Mendalam yang menekankan pengembangan proses berpikir peserta didik melalui aktivitas belajar yang reflektif, kontekstual, dan mengutamakan pengalaman langsung dalam memahami konsep.
“Pembelajaran Mendalam bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi memfasilitasi anak untuk menghubungkan, mengeksplorasi, dan menemukan makna dari apa yang dipelajarinya,” jelas Okta saat memberikan contoh-contoh rancangan kegiatan yang aplikatif di kelas awal.
Sesi berikutnya menghadirkan narasumber Nurrina Dyahpuspita yang mengajak peserta untuk mencoba strategi Matematika Gembira, yakni pendekatan yang menyentuh pengalaman bermain, aktivitas konkret, dan kerja kolaboratif sehingga matematika terasa lebih dekat dan tidak menakutkan bagi anak.
“Jika anak merasa senang dan percaya diri saat belajar matematika, maka pemahaman konsep akan tumbuh jauh lebih kuat,” tegas Nurrina sambil mendemonstrasikan berbagai permainan numerasi yang mudah diterapkan di kelas.
Agenda diseminasi ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Numerasi Nasional yang dicanangkan Kemendikdasmen RI pada Agustus 2025, yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran numerasi melalui berbagi praktik baik dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru.
Penutupan kegiatan diwarnai dengan kesepakatan untuk terus memperkuat jejaring belajar antarsekolah serta memastikan praktik inovatif yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di kelas. Dengan adanya upaya konkret ini, guru-guru Fase A Purwokerto Utara diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, menyenangkan, dan relevan bagi peserta didik menuju tercapainya generasi pembelajar yang unggul.
Kontributor: Nurinna Dyah Puspita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar